FOLLOW US                                              

Tubuh Bugar Tingkatkan Produktifitas Kerja

Lari merupakan olahraga yang mudah, murah dan praktis karena dapat dipraktekkan di mana saja dan kapan saja. Lari tidak membutuhkan biaya yang relatif besar untuk peralatannya. Tiap orang cukup menyediakan pakaian olahraga yang nyaman dan sepatu yang layak dipakai untuk berlari.

Di awal tahun 2016, inisiasi Komunitas Lari Surveyor Indonesia dimulai di Divisi Bisnis Migas dan Sistem Pembangkit. Dengan alasan peduli kesehatan, inisiasi ini diprakarsai oleh Djusep Sukriatno, Kepala Sektor Migas saat itu, yang merasa olahraga ini dapat dimulai dengan mudah dan bisa diikuti oleh siapapun.

“Lari harus dijadikan salah satu rutinitas pagi karena manfaatnya banyak, selain itu di pagi hari belum terlalu banyak kendaraan yang mencemari udara sehingga kita dapat menghirup udara yang segar. Jika rutin melakukan olahraga ini, cepat atau lambat dapat merasakan efeknya. Badan semakin bugar dan tidak mudah terserang penyakit,” tutur Djusep Sukriatno.

Komunitas lari yang dinamai “Migas Ngibrit” ini lebih mengutamakan kebersamaan di Divisi Migas. Dengan kegiatan ini seringkali memunculkan ide-ide kreatif dan inovatif mengenai PTSI, khususnya Divisi Migas.

Kegiatan lari rutin dilakukan seminggu dua kali pada hari Rabu dan Jumat. Komunitas ini biasa berkumpul di lokasi yang sudah ditentukan di Taman Patra Raya yang berada di belakang gedung Surveyor Indonesia. Dimulai sekitar pukul 06:00 WIB. Peserta berlari mengelilingi komplek dengan jarak 5 km selama kurang lebih 30 menit atau berjalan cepat selama 1 jam dan berakhir sebelum kegiatan kantor dimulai.

Sempat vakum beberapa bulan, namun antusiasme untuk lari tidak berhenti dan beberapa anggota tetap secara rutin melakukan kegiatan ini. Saat ini, kegiatan kembali aktif dan komunitas ini juga berpartisipasi dalam even-even lari diantaranya Tahura Trail Run – kompetisi lari lintas alam di Bandung, Forest Day Fun Run 2018 – lomba lari yang diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup untuk memperingati Hari Hutan Internasional, dan Goat Run Guntur yang berlokasi di gunung Guntur Garut di bulan April 2018 mendatang.

Ada banyak bukti ilmiah dari manfaat lari. Diantaranya adalah dapat mencegah penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. Tidak hanya manfaat fisik, lari juga dapat meningkatkan kualitas kesehatan jiwa dan membuat kita lebih bahagia. Dalam Journal of Adolescent Health, disebutkan bahwa 30 menit berlari dengan intensitas sedang lima hari seminggu selama tiga minggu mampu meningkatkan kualitas tidur, suasana hati (mood), dan konsentrasi sepanjang hari.

Agung Senoputro, salahsatu pegawai Divisi Migas merasakan betul manfaat lari dan jalan cepat bagi tubuh. Ia percaya tidak ada kegiatan yang instan hasilnya, tubuh menjadi lebih bugar, tidak cepat mengantuk dan pegal-pegal setelah pulang kantor. “Terbiasa untuk bergerak cepat akan menjadi kebiasaan baik dalam bekerja dan berfikir” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Mulyadi yang mengaktifkan kembali kegiatan ini merasakan jantung yang lebih sehat dan kuat serta badan menjadi lebih segar dan fit. Mulyadi yakin makin lama dan makin konsisten berlari, kaki dan jantung menjadi lebih kuat. Ia berharap pegawai unit lain yang memiliki hobi yang sama bisa bergabung dalam komunitas ini.

Yuk lari dan bergabung dengan komunitas sehat ini!