FOLLOW US                                              

Tingkatkan Kompetensi Ketenagalistrikan PT Surveyor Indonesia (Persero) selenggarakan “Workshop of State of the Art Power Plant Audit Technology”

Untuk meningkatkan pelayanan jasa di bidang ketenagalistrikan, PT Surveyor Indonesia (Persero) bekerjasama dengan PT Solvina International mengadakan “Workshop of State of the Art Power Plant Audit Technology” di Hotel Bidakara Jakarta. PT Solvina International adalah perusahaan dari Swedia yang memiliki expertise di bidang teknik industri dan ketenagalistrikan.

Workshop dua hari yang diinisiasi oleh Divisi Bisnis Migas & Sistem Pembangkit dihadiri oleh Ir. Munir Ahmad Direktur Teknik Lingkungan dan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Bambang Isworo Direktur Operasi PT SI (Persero), Djusep Sukriatno Kepala Sektor Bisnis Migas & Sistem Pembangkit PT SI (Persero) dan 35 orang peserta workshop dari PLN & Ditjen Ketenagalistrikan.

Bambang Isworo mengungkapkan bahwa terselenggaranya workshop ini dengan harapan PT SI (Persero) bisa lebih menancapkan sayapnya di bidang ketenagalistrikan dan audit pembangkit. PT SI (Persero) terus meningkatkan kompetensi bisnis sebagai integrator untuk mengintegrasikan dan memberikan kontribusi serta jasa kepada klien PT SI (Persero). Selain itu PT SI (Persero) juga menambah mitra bisnis yang memiliki kekuatan di bidang jasa tersebut serta memiliki standar internasional. Jasa unggulan PT SI (Persero) diantaranya audit pembangkit tenaga listrik untuk mendukung program pemerintah dan sebelumnya sudah melakukan jasa konsultasi penyiapan tapak pembangkit listrik tenaga nuklir di Bangka.

Ir Munir Ahmad dalam sambutannya mengatakan saat ini Pemerintah Indonesia tengah membangun energi listrik dengan program percepatan 35.000 MW yang diharapkan selesai pada tahun 2019. Ia menyambut baik audit pembangkit tenaga listrik sesuai dengan peraturan pemerintah yang sudah diberlakukan di Jawa Bali dan Sumatera. Harapan di tahun 2019 rasio elektrofikasi tercapai sebanyak 97%. Ia menambahkan regulasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah untuk pemerataan pemenuhan kebutuhan listrik 2500 desa Permen ESDM Nomor 38 Tahun 2016 tentang Percepatan Elektrifikasi di Perdesaan Belum Berkembang, Terpencil, Perbatasan, dan Pulau Kecil Berpenduduk melalui Pelaksanaan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Skala Kecil tidak dapat dilakukan oleh Pemerintah sendiri, sehingga perlu merangkul pihak lain seperti BUMN. Dalam upaya tersebut banyak aspek yang harus dipenuhi seperti aspek lingkungan, keselamatan, standarisasi peralatan, sertifikat layak operasi, kompetensi tenaga kerja dan sertifikasi badan usaha. Ia berharap dengan terselenggaranya workshop ini dapat terjadi sharing knowledge, transfer teknologi dan bermanfaat bagi PT SI (persero) khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya (Humas/Sn)

Leave a Comment