FOLLOW US                                              

Tiadakan Kecelakaan, Utamakan Keselamatan Kerja BPJS Ketenagakerjaan dan Surveyor Gelar Pelatihan

(Batam Pos) – Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) Riau Kepri, Budiono meminta seluruh perusahaan agar mengutamakan keselamatan dalam bekerja.

“Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan Kerja (K3) para tenaga kerja adalah tanggung jawab kita semua, termasuk BPJS Ketenagakerjaan perusahaan tempat tenaga kerja bekerja dan pihak terkait, sebut Budiono di lantai 3 Harmoni One, Convention Hotel & Service Apartment Batam Center, Selasa

Budiono menyampaikan  hal ini usai pembukaan Pelatihan Kesehatan dan Kesehatan Kerja, Kecelakaan Kerja dan Penyakit akibat Kerja oleh BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Batam I Nagoya.  Dalam pelatihan ini, BPJS Kantor Cabang Batam Nagoya bekerjasama dengan Surveyor Indonesia cabang Batam.

Kegiatan tahunan BPJS Ketenagakerjaan dan Surveyor Indonesia cabang Batam yang dihadiri langsung Kepala Cabang Batam PT Surveyor Indonesia (persero) Dra Igit Patnowati MSi dan para staf lainnya ini diikuti 122 peserta dari 122 perusahaan yang ada di cabang Batam I Nagoya.

Pelatihan ini dibuka Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam Rudi Sakyakirti.  Dalam sambutannya, Rudi menyebutkan di perusahaan wajib menggunakan alat pelindung diri (APD).  Antar karyawan, pimpinan dan siapapun yang ada di perusahaan tetap saling mengingatkan tentang K3.

Kepala cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam I Nagoya, Surya Rizal SH MH menambahkan tahun 2016 jumlah tenaga kerja aktif yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya berjumlah 185.000 an.  Sampai Oktober 2017, jumlah tenaga kerja aktif terdaftar berjumlah 176.587 orang, Ini mengalami penurunan sekitar 8.413 tenagakerja.  Salah satu penyebab penurunan ini adalah kelesuan ekonomi.

Surya mengatakan, pihaknya berupaya agar peserta yang mewakili perusahaan bisa memahami tentang kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.  Secara umum, peserta disiapkan untuk bisa membedakan istilah bahaya, insiden/kecelakaan dan near miss.  Bisa menjelaskan penyebab kecelakaan, mampu menjelaskan langkah-langkah penanggulangan kecelakaan.

Mengetahui tentang penyakit akibat kerja, mengetahui cara-cara pelaporan kecelakaan dan penyakit akibat kerja.  Memberikan kontribusi dalam penerapan program dan Sistem Manajemen K3 terkait pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Sedangkan Igit Patnowati mengatakan, tenaga kerja yang ikut pelatihan ini adalah karyawan nyata, karyawan tetap dari satu perusahaan.  Kemudian, yang bisa ikut pelatihan ini adalah perusahaan yang tertib administrasi, tertib dalam membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Surveyor Indonesia sebagai pelaksana dalam pelatihan ini, kata Igit, menargetkan semua peserta bisa memahami, dan melakukan apa saja yang mereka lakukan lakukan dalam Pendidikan sehari ini.  Tenaga kerja kiranya bisa menjadi sosok utama yang bisa menciptakan kesehatan, keselamatan bagi diri sendiri, dan kalau bisa juga untuk orang banyak di perusahaan.  K3 mempunyai banyak manfaat, salah satunya akan meningkatkan produktifitas kerja di perusahaan.