FOLLOW US                                              

Tentang Kami

Aturan & Kondisi

SYARAT DAN KETENTUAN UMUM PT SURVEYOR INDONESIA

1. Umum

PT Surveyor Indonesia dan afiliasinya selanjutnya disebut PTSI membuat syarat dan ketentuan yang berlaku secara umum selama tidak bertentangan dengan :

  • Peraturan Perundangan Republik Indonesia
  • Peraturan lokal tempat bisnis tersebut dilakukan

PTSI memiliki hak untuk menambah atau merubah syarat dan ketentuan ini setiap saat.

2. Perusahaan

PTSI adalah perusahaan yang bergerak di bidang survei, inspeksi dan konsultansi.

3. Klien

PTSI berkerja untuk individu, perusahaan, instansi pemerintah atau departemen yang memberi mandat, selanjutnya disebut Klien.

4. Jasa

PTSI memberikan jasa :

  • Survei untuk mendapatkan data sesuai dengan permintaan klien
  • Inspeksi untuk memeriksa, testing, analisis secara detail sesuai speksifikasi permintaan klien atau mengikuti standar nasional dan internasional
  • Konsultansi untuk memberikan solusi yang optimal dari masalah, kebutuhan dan atau keinginan klien

Dalam pelaksanaan penyampaian jasa, PTSI mengacu kepada :

  • Standar Teknis yang ditetapkan oleh PTSI
  • Kelaziman yang berlaku dalam perdagangan, standar teknis internasional
  • Metode yang dianggap sesuai dengan mempertimbangkan aspek teknis, operasional dan finansial

Dalam memberikan jasa tersebut PTSI memiliki sarana pendukung sendiri atau bekerjasama dengan pihak lain untuk menguji dan atau analisa yaitu laboratorium dan peralatan penguji teknik. Hasil akhir dari jasa PTSI berupa laporan survei dan laporan inspeksi lengkap dengan rekomendasinya, dan dapat melakukan konsultansi berdasarkan data yang ada untuk memberi solusi, pengembangan dan pemeliharaan. Sedang dari jasa konsultasi sistem manajemen adalah terterapkannya sistem manajemen hingga mendapatkan pengakuan dari pihak yang independen tentang kesesuaianya dengan standar nasional maupun internasional.

5. Jasa Khusus

Selain jasa umum/generik, PTSI juga memberikan jasa pengembangan yang dibuat khusus (tailor made) sesuai kebutuhan dan keinginan klien. Inovasi, kompetensi, integritas dan kepedulian merupakan nilai yang dijunjung dalam memberikan solusi kepada klien untuk menjalankan dan mengembangkan proses bisnisnya menjadi lebih baik. Solusi yang diberikan berbasis kepada kegiatan survei, inspeksi dan atau sistem manajemen.

6. Dokumen, data dan informasi

Seluruh permintaan jasa harus dilengkapi dengan dokumen, data dan informasi yang cukup untuk pelaksanaan penyampaian jasa. PTSI akan merahasiakan seluruh dokumen, data dan informasi dari klien dan akan digunakan hanya untuk kepentingan penyampian jasa. Seluruh dokumen, data dan informasi tersebut akan disimpan selama 3 (tiga) tahun, kecuali ada kesepakatan lain dengan klien.

7. Kewajiban para pihak

Pihak PTSI :

  • Memberikan jasa sesuai keinginan klien yang tertuang dalam kontrak
  • Menjamin mutu jasa yang diberikan
  • Menjamin waktu penyelesaian penyampaian jasa sesuai kontrak, dan siap dikenai denda keterlambatan 1%o (satu per mil) per-hari dengan maksimal 5% (lima persen) dari nilai kontrak, bila keterlambatan disebabkan oleh kelalaian PTSI
  • Jika dalam pelaksanaan pekerjaan melibatkan subkontraktor atau ada pendelegasian, maka PTSI yang bertanggung jawab terhadap subkontraktor/ delegasi tersebut, dan komunikasi tetap harus melalui PTSI

Pihak Klien :

  • Lingkup jasa yang dinginkan tertuang jelas dalam kontrak atau lampiran kontrak
  • Menyediakan dokumen, data dan informasi yang cukup untuk pelaksanaan penyampaian jasa
  • Untuk pekerjaan dengan jangka waktu lebih dari 1 (satu) bulan, klien menunjuk counterpart untuk memeriksa kemajuan pekerjaan, yang memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan berkaitan dengan pekerjaan tersebut
  • Membayar tagihan PTSI paling lama 30 (tiga puluh) hari kalender setelah tagihan diterima

8. Pengalihan pekerjaan

Dalam kegiatan penyampaian jasa, PTSI berhak melakukan pengalihan pekerjaan, baik sebagian ataupun seluruhnya kepada pihak lain/subkontraktor.

9. Tanggung jawab dan Kompensasi

  • PTSI bertanggung jawab terhadap isi laporan survei atau inspeksi yang diserahkan kepada klien
  • Laporan survei atau inspeksi PTSI disampaikan 2 (dua) hari kerja setelah pelaksanaan survey atau inspeksi selesai dilakukan
  • Keberatan atas laporan dapat disampaikan klien paling lambat 2 (dua) hari kerja, setelah lewat dari waktu tersebut laporan dianggap telah diterima
  • Jika ada kesalahan dalam laporan maka PTSI hanya bertanggung jawab terhadap isi laporan survei atau inspeksi, sedang kesalahan yang melibatkan pihak luar tidak menjadi tanggung jawab PTSI
  • Jika kesalahan yang disebabkan oleh PTSI maka klien akan mendapatkan ganti rugi atau kompensasi 3 (tiga) kali lipat dari nilai imbal jasa dengan maksimal sebesar US$ 20.000 (dua puluh ribu dolar Amerika)

10. Imbal Jasa dan penagihannya

Setelah laporan diterima oleh Klien, PTSI berhak mendapatkan pembayaran sesuai kontrak. Klien harus membayar paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender dari tanggal penagihan/invoice diterima. Setiap keterlambatan pembayaran dikenai denda keterlambatan 1%o (satu per mil) per-hari dengan maksimal 5% (lima persen) dari nilai kontrak.

11. Pengajuan Klaim

Jika klien akan mengajukan klaim, maka diajukan paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah selesainya pekerjaan dan atau penerimaan laporan. Klien dapat mengajukan surat klaim yang ditujukan kepada penandatangan kontrak dan salinannya diajukan kepada karyawan PTSI yang bertanggungjawab terhadap pekerjaan tersebut. Surat berisi masalah yang diklaim serta isi kontrak yang dijadikan acuan. Untuk mempercepat penyampaian informasi klaim pada sampul surat atau amplop harap ditulis "KLAIM".  PTSI akan memberi tanggapan secara tertulis terhadap klaim maksimal dalam waktu 2 (dua) hari kerja setelah klaim diterima.

12. Amandemen & Modifikasi

Hal-hal yang khusus harus disampaikan secara jelas dalam kontrak. Jika ada perubahan dalam lingkup kerja atau metode kerja pada kontrak yang sudah berjalan atau telah ditandatangani, maka harus dituangkan dalam addendum yang ditandatangani kedua belah pihak di atas materai dengan kekuatan hukum yang sama. PTSI tidak bisa memberikan jasa melebihi lingkup kerja yang telah dituangkan dalam kontrak. Jika klien meminta lingkup kerja melebihi yang tertuang dalam kontrak, maka PTSI dapat mengajukan keberatan dan berhak meminta kompensasi atas kelebihan pekerjaan sebesar tiga kali lipat dari nilai imbal jasa yang tertera dalam kontrak untuk pekerjaan tersebut. Jika klien menghentikan pekerjaan sebelum selesai, maka PTSI berhak mengajukan keberatan dan meminta kompensasi atas pekerjaan sesuai nilai imbal jasa yang tertera dalam kontrak.

13. Pembatasan tanggung jawab profesi

PTSI sebagai perusahaan yang memberikan jasa memeriksa dan atau menguji, serta mengeluarkan laporan atas kegiatannya tersebut. Jika laporan PTSI digunakan untuk keperluan informasi bisnis, maka PTSI tidak terlibat dalam transaksi bisnis yang dilakukan oleh pihak penjual dan pembeli. PTSI tidak bertanggung jawab jika terjadi kerugian pada salah satu pihak pada proses bisnis tersebut. PTSI bukan badan yang bertindak sebagai asuransi atau penjamin, sehingga tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas kerugian yang terjadi.

14. Bahasa

Syarat dan Ketentuan Umum ini ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dan dapat diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lainnya. Jika terdapat perbedaan tafsir maka yang digunakan adalah versi dalam bahasa Indonesia. Semua dokumen terkait kegiatan penyampaian jasa dan laporan PTSI menggunakan bahasa Indonesia. Jika klien ingin menggunakan bahasa selain bahasa Indonesia maka harus tertuang dalam kontrak. Jika terjadi ketidaktepatan atau kesalahpahaman interpretasi dokumen, maka yang menjadi acuan adalah dokumen dalam bahasa Indonesia.