FOLLOW US                                              

Target 2018 : Surveyor Perbanyak Kerjasama

Jakarta – PT Surveyor Indonesia optimis mampu meraih target pendapatan tahun ini sebesar Rp. 1.21 triliun atau tumbuh 20% dibanding 2017 yang diproyeksikan mencapai Rp. 1,01 triliun, menyusul bertambahnya kerja sama dengan sejumlah mitra.

Direktur Utama PT Surveyor Indonesia(SI) M. Arif Zainuddin mengemukakan perusahaan jasa survey, inspeksi, sertifikasi dan konsultasi tersebut optimis dapat mencapai target, mengingat pada tahun ini pihaknya telah memiliki kontrak kerjasama baru dengan mitra strategis.

“Sudah ada kerja sama baru yang siap dilakukan tahun ini,” kata Arif kepada Bisnis, Rabu (31/1).

Dia menjelaskan komposisi proyek yang ditangani mayoritas terdiri dari 90% proyek swasta, sedangkan proyek pemerintah yang didanai oleh APBN hanya 10%.

Salah satu kerjasama baru yang akan dijalani perseroan tahun ini adalah perencanaan desain Terminal IV Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng dengan PT Angkasa Pura II, dan sertifikasi green building untuk Bandara Ngurah Rai Bali dengan PT Angkasa Pura I.

Pihaknya juga telah menjalin kerjasama dengan perusahaan energi asal Korea Selatan, Korea Western Power Co,- Ltd mengenai kerjasama komprehensif dalam pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga surya di Indonesia Timur.

Menurutnya, PT SI memiliki empat lini bisnis yang utama, yaitu penguatan institusi dan kelembagaan, infrastruktur, mineral, dan batu bara, serta migas dan system pembangkit listrik. Namun dia mengatakan terbuka untuk menjajaki peluang untuk terlibat dalam sektor proyek baru seperti jalan tol.

Sementara itu, Arif mengemukakan keterlibatan konsultan atau verifikator independen sejak awal perencanaan proyek infrastruktur dinilai krusial guna memastikan kualitas dan meminimalisir risiko kerja pada proyek strategis nasional.

Dia mengemukakan setiap proyek memiliki tiga tahapan yaitu, perencanaan, pembangunan serta operasional dan pemeliharaan.  Dalam ketiga tahapan tersebut, dibutuhkan konsultan independen yang melakukan penilaian (Deandra Syarizka)