FOLLOW US                                              

Surveyor Indonesia Sosialisasi Permen Pertambangan

Bersama ESDM Edukasi 220 Perusahaan tentang Tapal Batas, Perizinan dan Reklamasi

Kaltim Pos – Samarinda, PT Surveyor Indonesia Persero cabang Kaltim, melalui Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) nya, Rabu (30/08) kemarin menyosialisasikan peraturan pemerintah (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terutama Nomor 7 tahun 2014, Nomor 33 tahun 2015, Nomor 34 tahun 2017 yang berkaitan dengan dunia pertambangan.

Kegiatan yang menggandeng Dinas ESDM kali ini dilaksanakan di Hotel Midtown, Jalan Hasan Basri Samarinda.  Sedikitnya ada 220 perusahaan “emas hitam” se Benua Etam hadir antusias menyimak pemaparan dari narasumber.  Yakni menyangkut peraturan pemerintah mulai dari pengaturan tapal batas, tahapan perizinan pertambangan dan reklamasi pascatambang.

Kepala Cabang PT Surveyor Indonesia Kaltim, Syafrial mengatakan program seperti ini terus dilakukan dalam rangka sinergitas antara pemerintah, swasta dan BUMN terutama dalam usaha pertambangan.  Kata dia, menambang bagian dari proses usaha negara.  Jadi diharapkan adanya penambangan yang peduli terhadap lingkungan.  “Selain sosialisasi, kami juga membuka stan pameran kepada para peserta.  Kami berharap ke depan sinergi pemerintah dan swasta lebih ditingkatkan lagi terutama dalam masalah pertambangan,”jelasnya.

Dia pun berharap perusahaan bertanggung jawab baik sebagai penambang maupun sebagai masyarakat taat terhadap aturan tersebut.  Jadi pihaknya  akan membantu para perusahan pertambangan untuk menerapkan peraturan.

Kabid Mineral dan Batubara (Minerba) Dinas ESDM Kaltim, Goenoeng Djoko sangat apresiasi kepada PT SI yang telah memfasilitasi kegiatan.  Di dalam permen tersebut bukan hanya tapal batas tapi juga mengenai reklamasi pascatambang dan tahapan perizinan pertambangan.  Dia menyebut hal tersebut sangat penting penting untuk diketahui para perusahaan Karena di Kaltim ini tidak sedikit perusahaan belum paham tentang tapal batas sesuai permen, tetapi sudah melaksanakan produsi.  “Bila perusahaan berproduksi tidak sesuai undang-undang maka akan dikenakan sanksi bahkan bisa dicabut perizinannya, beber Goenoeng.

Tidak hanya sosialisasi pihaknya juga terus berupaya melakukan pembinaan kepada perusahaan batu bara untuk melaksanakan aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.  “Kami selalu menyosialisasikan kepada seluruh pelaku usaha untuk mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang pertambangan.  Semoga kedepan penambangan di Kaltim bisa menjadi lebih baik,” harapnya.

Sementara itu, Pelaksana PKBL dan CSR PT SI Andri Lesmana mengatakan demi meningkatkan kepedulian perusahaan terhadap tanggung jawab sosial, yakni CSR dan PKBL telah membantu masyarakat dengan perbaikan sarana umum, sarana ibadah, peningkatan kesehatan, Pendidikan dan pengentasan kemiskinan.  “PT SI telah membantu perlengkapan sekolah, pelatihan-pelatihan bagi masyarakat, bantuan kesehatan gratis, sembako murah, perbaikan jalan, air bersih dan lainnya, imbuhnya (*/dir/hry/din/k18)