FOLLOW US                                              

Surveyor Indonesia Kembali Bertengger Di Puncak Gunung

Jawa Tengah—Adventure And Rescue Team Surveyor Indonesia (ARTSI) kembali melakukan pendakian yang diikuti 14 anggota dari Cabang Jakarta, Surabaya, Balikpapan, Divisi Keuangan dan Akuntansi, Divisi Bisnis Migas dan Sistem Pembangkit, serta Divisi Bisnis Mineral Batubara, Kamis (10/5/2018).

Petualangan kali ini berbeda dengan sebelumnya, karena pada petualangan ini tim ARSTI melakukan pendakian dua gunung sekaligus berturut-turut selama dua hari.

Pendakian pertama diawali pada hari Kamis, 10 Mei 2018 di Gunung Sumbing dengan ketinggian 3371 MDPL. Pendakian dimulai pada pukul 06.00 WIB dari base camp desa Gerung. Semua anggota tim berhasil mencapai puncak sekitar pukul 13.00 WIB dan kembali ke base camp pada pukul 21.00 WIB.

Pendakian kedua dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 11 Mei 2018 di Gunung Sindoro dengan ketinggian 3153 MDPL. Pendakian dimulai pada pukul 09.00 WIB dari base camp Desa Kledung. Tim ARTSI berhasil mencapai puncak sekitar pukul 14.00 WIB dan kembali ke base camp pada pukul 20.00 WIB.

Sesuai tradisi, tim ARSI juga memasang plat penanda ketinggian yang berlogo Surveyor Indonesia di puncak Sumbing dan Sindoro sebagai monumen keberhasilan pendakian. Keberhasilan pendakian dan pemasangan plat ketinggian ini melengkapi keberhasilan pendakian sebelumnya yang merupakan salah satu misi dari ARTSI yaitu untuk mempromosikan Surveyor Indonesia sebagai perusahaan survey yang terkemuka di Indonesia.

Tercatat sudah 10 plat penanda ketinggian berlogo Surveyor Indonesia telah terpasang di puncak gunung-gunung di Indonesia yaitu; Gunung Ciremai – Jawa Barat, Gunung Kerinci – Sumatera, Gunung Cikuray – Jawa Barat, puncak Carstenzs Pyramid – Papua, Gunung Latimojong – Sulawesi, Gunung Lawu – Jawa Tengah, Gunung Semeru – Jawa Timur, Gunung Slamet – Jawa Tengah, dan terakhir Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro di Jawa Tengah.

Ke depan tim ARTSI bercita-cita akan terus melakukan pendakian ke gunung-gunung di Indonesia juga manca negara dan mengibarkan bendera Surveyor Indonesia serta memasang plat penanda ketinggian dengan logo Surveyor Indonesia di setiap puncaknya. “Dengan rencana yang matang dan penuh perjuangan kami yakin kami bisa,” ujar Fitri Agung (Kepala Cabang Balikpapan).

Ia menambahkan bahwa seringkali kita menempatkan batas kemampuan kita terlalu rendah, padahal sesungguhnya batas kemampuan kita jauh di atas dari yang kita kira, ” Lewat pendakian ini kami tahu kami bisa melampaui batas. Masalahnya selama ini hanyalah karena kita tidak mau berusaha,” tegasnya.