FOLLOW US                                              

SMN Papua tidak pernah mimpi ke Aceh

Aceh Besar (Antaranews Aceh) — Sebanyak 32 orang peserta?program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) Papua mengaku, tidak pernah bermimpi bakal mengunjungi provinsi paling Barat di Indonesia, dan melihat budaya masyarakat setempat, yakni Aceh.

“Tidak,” jawab serentak dari 32 peserta dalam menjawab pertanyaan pemateri pelatihan penulisan karya ilmiah oleh Antara yang dibawakan oleh dosen luar biasa di?Universitas Syiah Kuala dan UIN Ar-Raniry, Yulia Direzkia, MSi, Psikolog, di Resimen Induk Iskandar Muda, Aceh Besar, Sabtu.

Ia mengajukan pertanyaan, siapa yang pernah bercita-cita bakal mengunjungi Aceh. Pertanyaan itu, disaksikan dosen dan Ketua Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam UIN Ar-Raniry Dr Hendra Syahputra, MM, juga sebagai pemateri, Karo Antara Aceh Heru Dwi Suryatmojo sebagai moderator, perwakilan BNI Cabang Banda Aceh dan PT Surveyor Indonesia.

Yuli mengharapkan, agar 32 peserta SMN Papua ini memiliki motivasi untuk menulis laporan lengkap perjalanan selama mengungjungi provinsi paling Barat di Indonesia itu dengan menceritakan berbagai pengalaman dirinya dari berkeliling dunia.

Ia sempat menjawab beberapa pertanyaan peserta, seperti satu-satunya provinsi yang menerapkan syariat Islam terkait peraturan daerah atau qanun dalam kehidupan sehari-hari.

“Hijab, hanya berlaku bagi kita yang muslim. Sedangkan bagi saudara kita non muslim di Aceh, tidak ada kewajiban bagi mereka,” ujarnya.

“Saya sempat takut datang, karena papa saya bercerita kalau datang ke sini (Aceh) harus memakai hijab akibat peraturan daerah (Perda)) syariat Islam,” kata?Elfride, seorang peserta SMN asal Jayapura, Papua.

Hendra Syahputra sebelumnya sempat memberikan tips dan trik tentang cara bedah buku diary peserta SMN diadakan sejak 2015 oleh pemerintah, khususnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai bentuk apresiasi kepada siswa-siswi berprestasi di nusantara.

Ia juga memiliki kesempatan mengajak dua orang siswa Papua untuk bernyanyi, terutama lagu daerah baik dari Aceh maupun provinsi paling Timur tersebut.

“Siapa yang bisa membawakan satu lagi dari Aceh?,” ujarnya, sembari menunjuk tangan salah seorang siswi bernama?Janet dari Jayapura, dan langsung melantunkan satu alinea dari bait lagu berjudul “bungong jeumpa”.

Begitu juga sebaliknya, salah seorang siswi bernama?Christin dari Kabupaten Nabire, menyanyikan beberapa alinea dari lagu berjudul ” tanah papua”, dan terakhir diikuti oleh seluruh perserta SMN Papua.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Surveyor Indonesia (Persero), Rosmanidar Zulkifli yang turut hadir dalam pembekalan memberikan motivasi kepada 26 orang peserta SMN Provinsi Aceh sebelum diterbangkan ke Papua, Jumat, (10/8).

Ia berharap, peserta SMN Aceh ini bisa merepresentasikan Aceh kepada masyarakat Papua, dan belajar banyak tentang Papua. “Saya yakin, peserta SMN bisa mendapatkan banyak wawasan tentang sosial budaya Papua, dan dunia pendidikan di sana,” ujarnya.

SMN merupakan program pertukaran pelajar yang diselenggarakan di 34 provinsi, diinsisasi Kementerian BUMN sejak 2015.?Untuk Provinsi Aceh, PT BNI (Persero) bersinergi dengan PT Surveyor Indonesia (Persero) mengenalkan siswa akan keberagaman budaya, dan keindahan alam di Aceh.