FOLLOW US                                              

Sinergi PT Surveyor Indonesia (Persero) – Angkasa Pura II (Persero) : Tingkatkan Kompetensi Petugas Rescue & Fire Fighting Service Bandara

November 2017 – PT Surveyor Indonesia (Persero) sebagai perusahaan Jasa K3 (PJK3) bidang Pelatihan dan Konsultansi terutama Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) melaksanakan Diklat Fire Building untuk petugas pemadam kebakaran (Rescue & Fire Fighting Service) di PT Angkasa Pura II (Persero).

PT Angkasa Pura II (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara yang mengelola Pelabuhan Udara Jakarta atau Bandara Internasional Jakarta Soekarno Hatta serta Bandara Halim Perdanakusuma sejak 13 Agustus 1984. PT AP 2 mengelola 13 Bandara, antara lain yaitu Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Kualanamu (Medan), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Padang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Husein Sastranegara (Bandung), Sultan Iskandarmuda (Banda Aceh), Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkal Pinang) dan Silangit (Tapanuli Utara).

Diklat Fire Building diadakan PT Surveyor Indonesia (persero) dengan menggandeng Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta. Diikuti oleh 25 orang petugas pemadam kebakaran PT AP II diklat dilaksanakan di Pusdiklatkar Provinsi DKI Jakarta, Jl. Raya Ciracas No 113 Jakarta timur.

Pelaksanaan Diklat Fire Building diawali dengan prosesi pelepasan peserta diklat yang dilakukan di Gedung 600, Bandara Internasional Soekarno Hatta – Tangerang, dan di hadiri oleh Yuli Astuti,Training & Development Implementation Manager PT AP II (Persero) dan Pedi Fadillah manajemen PT Surveyor Indonesia (Persero).

Tujuan utama pelatihan ini untuk memberikan pelayanan yang terbaik dari PT AP II dan perlindungan konsumen serta meningkatkan pengetahuan dan kompetensi petugas pemadam kebakaran (Rescue & Fire Fighting Service) PT AP II dalam menanggulangi kemungkinan terjadinya kebakaran gedung /bangunan di lingkungan bandara dan bagaimana cara menyelamatkan korban.  Materi pelatihan yang diberikan selama 10 hari antara lain materi perundang-undangan di bidang kebakaran, manajemen keselamatan kebakaran gedung, peralatan rescue, tali menali hingga penyelamatan dan menstabilkan korban.

Selesai pelatihan acara ditutup secara resmi oleh Kapusdilkatkar Provinsi DKI Jakarta Edi Rudiyanto.(Humas/Sn)