FOLLOW US                                              

RUPS RKAP 2018 PT Surveyor Indonesia “Transform to Achieve”

PT Surveyor Indonesia (Persero) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam rangka pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Tahun 2018, hari Senin tanggal 8 Januari 2018 di gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Lantai 13 Jakarta Pusat.

 

RUPS dipimpin oleh Wien Irwanto Asisten Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survey dan Konsultan II sebagai pemegang saham mayoritas, dan dihadiri oleh  SGS diwakili oleh George Bottomley dan PT Sucofindo (Persero) Bachder Djohan Buddin, selaku pemegang saham minoritas.

 

PT Surveyor Indonesia lengkap hadir jajaran Komisaris dan Direksi  yang dipimpin oleh Direktur Utama M. Arif Zainuddin, dan Bambang Isworo Direktur Operasi, Dian M. Noer Direktur Perencanaan & Pengembangan serta Kepala Unit lainnya.

 

Membuka RUPS Komisaris Utama Surveyor Indonesia Djoko Purwongemboro memberikan tanggapan atas RKAP Surveyor Indonesia tahun 2018 yang telah disusun sesuai Surat Menteri BUMN S-487/MBU/08/2017 tanggal 31 Agustus 2017 perihal aspirasi pemegang saham/pemilik modal untuk penyusunan RKAP tahun 2018.  Dalam tanggapannya Komisaris meminta Direksi melakukan percepatan investasi untuk penguatan kompetensi inti serta menyelesaikan roadmap SDM sejalan dengan rencana pengembangan bisnis dan kebutuhan organisasi.

 

Keputusan  RUPS RKAP tahun 2018 salah satu isinya adalah mengesahkan RKAP 2018 dengan target pendapatan usaha Rp 1,21 T dan laba bersih tahun berjalan Rp 121,2 M.   Juga ditetapkan RKA Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Tahun 2018, penetapan aspek operasional tahun 2018 sebagai salah satu ukuran tingkat kinerja dan kesehatan perusahaan serta penandatanganan Kontrak Manajemen tahun 2018 antara pemegang saham dengan Direksi dan Dewan Komisaris serta Kontrak Manajemen antara pemegang saham dan Dewan Komisaris Tahun 2018.

 

Terkait hal tersebut, pemegang saham meminta Direksi PT Surveyor Indonesia untuk fokus dan solid dari awal tahun sesuai arahan dari Dewan Komisaris untuk memastikan pencapaian target pendapatan yang berkelanjutan, meningkatkan sinergi dengan Badan Usaha Milik Negara lainnya serta melakukan cost efficiency untuk memaksimalkan keuntungan. (Humas/Sn)