FOLLOW US                                              

Rapat Koordinasi dan Team Building Marketing  “We Are the Agent of Change”

Sebagai tindak lanjut dari Rapat Pimpinan di Malang dan Rapat Koordinasi Direktorat Perencanaan dan Pengembangan, digelar Rapat koordinasi Marketing di Bandung pada tanggal 20 s.d. 22 Februari 2018.

Rapat dihadiri oleh Dian M. Noer, Direktur Perencanaan dan Pengembangan, Winda Ary Susanti, Kepala Divisi Perencanaan dan Pengembangan, Imam Dasuki, Kepala Divisi P3SO, Ngakan Made Oka Dhyana, Kepala DSDM, para Kepala Bagian Sektor Migas dan Sistem Pembangkit, Mineral dan Batubara, Infrastruktur, dan Penguatan Institusi dan Kelembagaan, serta sejumlah marketer dari kantor pusat dan cabang seluruh Indonesia termasuk cabang Singapura.

Rapat koordinasi yang diadakan setiap tahun ini merupakan penyelenggaraan kelima kali dan merupakan kerjasama antara DPB dan DSDM. Rakor tahun ini mengusung tema “We are the Agent of Change”. Winda Ary Susanti dalam laporan kegiatannya mengemukakan alasan pemilihan tema tersebut. “Jika tahun ini Rapim mengusung tema ‘The Secret of Getting Ahead is Getting Started’, maka dalam Rakor ini kita mengambil tema ‘We are the Agent of Change’. Untuk mengawali perubahan tersebut kita harus memulai dengan berbagai perubahan yang lebih baik di bagian pemasaran. Kita bisa memulai dengan bagaimana cara penetrasi pasar, cara menjual, cara koordinasi, dan semua tersistem dengan baik dan menjamin hubungan yang lebih baik dengan klien,” ujarnya.

Dian M. Noer dalam sambutan pembukaanya kembali menekankan perlunya koordinasi yang lebih baik di antara semua marketer dalam mencapai target perusahaan 2018 sebesar 1,2T. Dian juga mengingatkan kembali tentang 5 pilar yang telah dibahas dalam Rakor sebelumnya. “Untuk mencapai pilar pertama high performace culture perlu dibarengi dengan high level SDM yang tercermin dari budaya tepat waktu, disiplin dan integritas”, papar Dian.

Jajaran direksi berpesan agar marketing korporat di bawah DPB harus bisa mengkoordinir semua kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh para marketing Surveyor Indonesia, sehingga tidak terjadi tumpang tindih pemasaran. “Jika tahun 2017 Surveyor Indonesia bisa mencapai target 1T, itu berkat kerjasama kita semua. Kita pastikan target yang telah dicanangkan di tahun 2018 sebesar 1,2T dapat tercapai. PTSI pasti lebih jaya.” ujar Dian menutup sambutannya.

Imam Dasuki dalam presentasi bertajuk fungsi data marketing dalam mendukung kebijakan strategis perusahaan, memaparkan data target dan revenue yang telah dicapai tahun-tahun sebelumnya dan potensi yang bisa diraih di tahun ini. Imam juga menjelaskan acuan definisi dari pekerjaan yang dilakukan oleh Surveyor Indonesia; survey, inspeksi, testing, verifikasi dan konsultansi. “Acuan definisi pekerjaan ini perlu diketahui oleh para marketer agar tidak salah dalam menawarkan produk jasa, juga untuk pengisian database aplikasi marketing” jelas Imam.

Hari kedua diisi dengan presentasi pengelolaan pelanggan dan sosialisasi aplikasi Customer Service Management (CRM) oleh Dwi D.B. Lukitasari, Wakil Kepala DPB Bidang Pemasaran Perusahaan. Dilanjutkan dengan simulasi aplikasi CRM yang dipandu oleh Doni Kurniawan, Kepala Bagian Bidang Pemasan. Para marketing diberi kesempatan menjajal langsung aplikasi yang sedang dikembangkan DPB bekerjasama dengan Unit IT sebagai sarana koordinasi antar seluruh marketing Surveyor Indonesia.

Masing-masing kepala sektor diberi kesempatan untuk memaparkan program pemasarannya masing-masing. Sesi tanya jawab diisi dengan berbagai potensi dan kendala yang dialami para marketer di kantor pusat dam cabang sesuai sektornya. Acara ditutup dengan penandatanganan komitmen oleh seluruh peserta rakor marketing.

Rangkaian acara rakor ditutup dengan kegiatan team building berupa amazing race di Cikole, Lembang. Made Oka Dhyana mengemukakan perlunya kegiatan team building ini untuk menumbuhkan rasa setia kawan, kebersamaan, sense of belonging dan juga jiwa korsa. “Untuk mencapai target 1,2T diperlukan budaya kerja yang tinggi. Dengan adanya jiwa korsa akan menimbulkan kerjasama yang baik, sehingga tidak akan membiarkan cabang atau sektor lain yang rugi. Semua akan saling membantu akan tercapai target perusahaan”, ujar Made. Semangat mencapai target. **