FOLLOW US                                              

PTSI Bentuk Tim Panitia Pelaksanan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

PT Surveyor Indonesia (Persero) (PTSI) berkomitmen memenuhi harapan stakeholder dalam berbagai aspek, salah satunya melalui pemenuhan peraturan yang didukung pelayanan bermutu, aman dan sehat, serta ramah lingkungan dengan melakukan pengelolaan risiko usaha secara optimal.
Dalam melaksanakan pekerjaan, aspek keselamatan dan kesehatan kerja serta lindung lingkungan merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari bisnis perusahaan. Oleh karena itu, PTSI berkomitmen menyediakan sumber daya manusia yang menerapkan nilai-nilai perusahaan; integritas, inovasi, kompetensi, dan kepedulian serta menjaga kerahasiaan, ketidakberpihakan dan menjunjung tinggi etika bisnis. Selain itu, PTSI juga berkomitmen mencegah terjadinya insiden, kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, dan pencemaran lingkungan.
 
“Manajemen berkomitmen mewujudkan lingkungan kerja yang aman, bersih, sehat dan nyaman bagi pekerja,” ujar Direktur Utama PTSI, M.Arif Zainuddin. Salah satunya, lanjut Arif, dengan menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) untuk dipergunakan saat bekerja. PTSI tunduk dan patuh terhadap prosedur, peraturan/perundang-undangan, standar dan persyaratan K3LL yang relevan di Indonesia serta melaksanakan tindakan perbaikan berkelanjutan terhadap sistem manajemen K3LL. “Salah satu upaya mewujudkan hal tersebut dengan membentuk Tim Panitia Pelaksanan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3),” jelas Arif.
 
Tim P2K3 dibentuk berdasarkan keputusan direksi No. 016/DRU-SP/DSDM/XI/2011 tanggal 01 November 2011. Tim P2K3 terdiri dari Direksi PTSI, Kepala DP3SO, dan perwakilan dari tiap unit kerja. Tim ini bertugas untuk memberi saran dan pertimbangan baik diminta maupun tidak kepada pengusaha atau pengurus mengenai masalah kesehatan dan kesehatan kerja. Selain itu, tim ini juga menghimpun dan mengelola data keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja.
 
Tim P2K3 membantu menunjukkan dan menjelaskan kepada setiap pegawai berbagai faktor bahaya ditempat kerja yang dapat menimbulkan gangguan keselamatan dan kesehatan kerja, termasuk bahaya kebakaran, faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi dan produktifitas kerja, serta cara dan sikap yang benar dan aman dalam melaksanakan pekerjaannya. “Tim ini juga dapat membantu manajemen dalam mengevaluasi cara kerja, proses dan lingkungan kerja serta menentukan tindakan koreksi dan alternatif terbaik,” jelas Arif.
 
Tim P2K3 PTSI telah mengembangkan sistem pengendalian bahaya terhadap keselaman dan kesehatan kerja, mengevaluasi penyebab timbulnya kecelakaan, penyakit akibat kerja (PAK) serta langkah langkah yang diperlukan untuk pencegahan. Tim ini juga telah membantu pimpinan perusahaan menyusun kebijakan manajemen dan pedoman kerja dalam upaya meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja.