FOLLOW US                                              

Perkuat Bisnis, Surveyor Indonesia Gaet Empat Perusahaan Asing

PT Surveyor Indonesia (Persero) akan menjalin kerja sama dengan empat perusahaan asing untuk meningkatkan penetrasi pada pengembangan bandara-bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero).

“Saat ini, masih dalam tahap non disclosure agreement (NDA),” kata VP Business Development Division Winda Ary Susanti ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (7/11).

Ia melanjutkan, empat perusahaan ini berasal dari China, Kanada, serta Inggris. Rencana kerja sama dengan China untuk mewujudkan smart connection airport di bandara-bandara di bawah pengawasan AP I.

Sementara itu, kerja sama dengan perusahaan asal Kanada sehubungan dengan rencana AP I untuk menurunkan emisi karbon di 13 bandara yang dikelola BUMN kebandarudaraan serta kerja sama dengan perusahaan Inggris seiring dengan rencana Surveyor memasuki bisnis konsultan perencana.

“Sebab, belum ada perusahaan BUMN yang bergerak di bidang sektor perencana,” ujarnya.

Saat ini, Surveyor Indonesia dan AP I sudah menandatangani nota kesepahaman untuk mendukung rencana pengembangan AP I, seperti pengembangan Bandara International Ngurah Raih serta Kulonprogo.

Pada semester I 2017, perusahaan yang bergerak di bidang survei, inspeksi, dan konsultasi ini membukukan pertumbuhan pendapatan usaha sekitar 14% atau menjadi Rp631 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp554 miliar. Adapun sektor yang menopang capaian tersebut adalah migas dan minerba.

Sektor migas dan sistem pembangkit menyumbangkan pendapatan sampai dengan Oktober 2017 sebesar Rp280 miliar atau 40% dari target sepanjang tahun ini Rp400 miliar, sektor minerba berkontribusi sebesar Rp108 miliar per akhir Oktober 2017 atau 80% dari target sepanjang tahun ini Rp135 miliar.

Al hasil, laba setelah pajak selama sembilan bulan pertama tahun ini mencapai Rp76,8 miliar atau sekitar 80% dari RKAP sepanjang 2017 sekitar Rp96 miliar. (Susan Silaban, Imq21.com)