FOLLOW US                                              

Pendidikan Bela Negara dan Bintalsik Semarang “Survival Training, Caraka Malam, dan Inagurasi”

Solo—Sebagai penutup rangkaian kegiatan bela negara dan bintalsik Cabang Semarang, dilakukan kegiatan survival training dimana peserta diajarkan bagaimana bertahan hidup di hutan dengan cuaca ekstrim, dentuman peluru, dan keterbatasan bahan makanan.

Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, M.Arif Zainuddin, terjun langsung ke lapangan mendampingi seluruh peserta. Ia berperan sebagai musuh yang menembaki para peserta. Hutan saat itu ditutupi kabut dan tak lama hujan deras. Namun peserta tetap semangat mengikuti seluruh kegiatan hingga ditutup dengan caraka malam dan penutupan pada pukul 02.00 WIB.

Nungky, salahsatu peserta mengungkapkan bahwa ia merasa kegiatan ini bermanfaat melatih fisik dan mental meskipun pertama kali ia kaget, jengkel, dan marah karena tidak pernah ditempa sesuai dengan latihan militer seperti itu ” Tapi semua suka duka jadi pembelajaran untuk kami agar lebih baik. Saya juga merasa senang bisa makan, tidur, melaksanakan kegiatan bersama hingga makin kompak,” ujarnya.

Pada malam inagurasi, setiap peserta diminta menuliskan komitmennya setelah mengikuti kegiatan ini dan dibacakan satu persatu. “Saya akan lebih loyal terhadap atasan dan bekerja dengan maksimal untuk perusahaan, ujar salahsatu peserta. Keharuan meliputi acara penutupan saat setiap peserta mencium bendera Surveyor Indonesia dan Bendera Merah Putih.

Dalam kegiatan tersebut juga diadakan malam perenungan yang menambah keharuan malam itu. Acara diakhiri dengan salam-salaman peserta kepada Manajemen PT Surveyor Indonesia yang hadir. Isak tangis menghiasi acara penutupan.Terlebih saat M.Arif Zainuddin membisikan kata-kata semangat kepada seluruh peserta satu persatu dengan haru dan semangat, “Kamu bisa, jaga dan bangun bersama SISMA,” ucap Arif pada salahsatu peserta yang membuat suasana saat itu begitu heroik.

Direktur Utama yang sejak dari hari pertama mendampingi peserta mengungkapkan bela negara ini merupakan salahsatu tonggak awal untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, senasib sepenanggungan hingga menjadikan tim jadi kompak, saling bahu membahu, dan membantu. Diharapkan kebersamaan ini diteruskan di dunia kerja dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Selain itu, ia mengungkapkan berbagai tantangan di lapangan bisa jadi penggerak semangat, menumbuhkan jiwa korsa yang tahan terhadap berbagai ancaman. “Bagaimana cara bertahan di hutan bisa menumbuhkan kreatifitas yang aplikasinya pada dunia kerja adalah tumbuhnya inovasi,” tegasnya.