FOLLOW US                                              

KSO SCISI Korea “Perbaiki Sistem Komunikasi dan IT Jelang Dua Tahun Beroperasi”

Kerjasama Operasi Sucofindo-Surveyor Indonesia (KSO SCISI) berdiri pada tanggal 10 Oktober 2015 sebagai bentuk perluasan pasar KSO. Di Korea, KSO SCISI melakukan verifikasi barang-barang impor dari Negara asal (Korea) baik itu verifikasi dokumen maupun verifikasi fisik barang.
“Kami melakukan pemeriksaan dokumen dengan mencocokkan dokumen verification order yang kami terima dari KSO SCISI di Jakarta (Importer document) dengan dokumen yang kami terima dari eksportir seperti invoice, packing list, MTC/COA,” jelas Dwi Nataliyani, KSO SCISI Branch Representative yang ditunjuk di sana. Kegiatan tersebut dilakukan oleh admin di kantor KSO SCISI Cabang Korea yang terletak di kota Seoul.
Sedangkan verifikasi fisik barang merupakan kegiatan pemeriksaan barang/produk dengan mencocokkan data/informasi yang tercantum di dalam dokumen dengan fisik/aktual barang. Kegiatan tersebut dilakukan oleh inspektor di lokasi pemeriksaan yang telah disepakati oleh eksportir dan Kantor KSO SCISI Cabang Korea. Dari hasil pemeriksaan dokumen dan fisik barang tersebut, KSO SCISI cabang korea akan menerbitkan HPL (Hasil Pemeriksaan Lapangan).
HPL tersebut akan dikirimkan kepada kantor Hub Office di Jakarta untuk dipersiapkan dan ditransform menjadi dokumen DLS (Draft Laporan Surveyor), sebelum diterbitkannya LS (Laporan Surveyor). “Pada dasarnya pola operasional di KSO SCISI Cabang Korea menggunakan kombinasi dengan melakukan kerjasama dengan ailiasi ataupun perusahaan surveyor yang ada di Korea,” jelas Natalia.
Dalam hal ini , KSO SCISI menunjuk COTECNA sebagai pelaksana di cabang Korea ini. Akan tetapi, seluruh SOP dan Work Instruction menggunakan yang dimiliki oleh KS SCISI dan menunjuk satu orang sebagai Branch Representatives di Korea.
“Alur komunikasi KSO SCISI cabang Korea dengan eksporter maupun KSO Jakarta 80 % melalui email dan 20% melalui telepon/message serta dilengkapi dengan aplikasi pendukung seperti grup Whatsapp untuk cabang-cabang KSO di luar negeri,” ujar Natalia.
Sedangkan untuk sistem pelaporan HPL (Hasil Pemeriksaaan Lapangan) atapun file yang berkaitan dengan pekerjaan secara formal dilakukan dan dikirim melalui sistem FTP (File Transfer Protocol) dengan mengunduh file dari server hosting KSO Korea ke server pusat/KSO Jakarta begitupun sebaliknya.
Mulai semester dua tahun ini, KSO SCI SI akan memanfaatkan technology “Webbased” dalam sistem pengiriman laporan dan hal-hal teknis lainnya yang terkait dengan pekerjaan. “Hal ini mempermudah dan mempercepat kantor-kantor cabang melakukan komunikasi dan pengiriman laporan kepada Hub Office di Jakarta.” Sukses!