FOLLOW US                                              

Kinerja Surveyor Indonesia : Post Border Tak Pengaruhi Bisnis

Jakarta – PT Surveyor Indonesia (Persero) menilai perubahan system pemeriksaan border dan post border dalam kategori barang larangan dan pembatasan (lartas) impor tidak berdampak signifikan pada iklim bisnis perseroan.

Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (SI) M. Arif Zainuddin mengatakan, jasa verifikasi barang lartas yang dilakukan perseroan tetap dilakukan di negara asal.  Hanya saja perbedaannya system verifikasi saat ini lebih bersifat dokumentasi, dan barang-barang yang telah diverifikasi tersebut tidak lagi diperiksa oleh bea cukai di perbatasan.

“Revenue-nya berkurang sedikit, tapi tidak apa-apa,” ujar Arif saat berkunjung ke Kantor Redaksi Bisnis Indonesia, Selasa (13/2).

Seperti diketahui pemerintah memberlakukan system pemeriksaan post border terhadap sejumlah produk, yang dinilai akan mempermudah transaksi importir, sejak 1 Februari 2018.  Sementara itu, Arif mengatakan pendapatan perusahaan pelat merah tersebut berhasil menembus angka Rp. 1 triliun sepanjang tahun lalu.  Manajemen perusahaan pun memproyeksikan pertumbuhan pendapatan hingga 20% pada tahun ini, atau mencapai Rp. 1.21 triliun.

Menurutnya, PT SI memiliki empat lini bisnis yang utama, yaitu penguatan institusi dan kelembagaan, infrastruktur, mineral dan batubara, serta migas dan system pembangkit listrik.  Pada tahun ini, pihaknya pun telah mengantongi kontrak kerjasa sama baru dengan mitra strategis.

EKSPANSI LUAR NEGERI.

Arif menambahkan, saat ini pihaknya baru memiliki satu kantor cabang di Singapura.  Dalam kantor tersebut, pihaknya banyak mempekerjakan tenaga kerja asal Singapura karena terikat dengan peraturan ketenagakerjaan dari negara tersebut.  “Hanya kepala cabangnya dari Jakarta, selebihnya pegawai dari Singapura.  Hal ini karena peraturannya mengharuskan setiap ada satu tenaga kerja asing harus merekrut tujuh pegawai lokal,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga memiliki kerja sama operasi (KSO)  dengan PT Sucofindo di bidang VPTI (Verifikasi Penelusuran Teknis Impor) untuk 28 komoditas yang telah ditetapkan oleh pemerintah.  Untuk mengerjakan mandat tersebut, pihaknya telah memiliki sejumlah kantor cabang di Thailand, Vietnam dan Hongkong.

Selanjutnya, dia mengatakan tengah melakukan penjajakan untuk potensi pekerjaan yang berasal dari Malaysia.  Menurutnya, pekerjaan tersebut akan dilimpahkan kepada kantor cabangnya yang berada di Singapura.

Kepala Sektor Penguatan Institusi dan Kelembagaan Surveyor Indonesia Anjar Niryawan mengatakan memang laba yang dihasilkan perwakilan di Singapura masih terbilang kecil, tapi besarannya cukup menjanjikan.

Kantor Cabang Surveyor di Singapura, ujar dia, antara lain melakukan pemeriksaan barang bekas (second hand) atau barang modal bukan baru (BMBB). Seperti mesin.

“Pabrik di Indonesia tidak semua punya kemampuan beli baru, jadi tugas kami memeriksa mesin (bekas) apakah masih bagus dan bukan scrap,” kata Anjar.

Sementara itu, Dian M. Noer, Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT SI menerangkan, salah satu kerja sama baru yang akan dijalani perseroan tahun ini adalah perencanaan desain Terminal IV Bandara International Soekarno Hatta Cengkareng dengan PT Angkasa Pura II, dan sertifikasi green building untuk bandara Ngurah Rai Bali dengan Angkasa Pura I.

“Dalam proyek dengan AP itu bukan kami yang melakukan (membuat desain), tetapi kami sebagai integrator.  Pihak yang memastikan bahwa desain ini sesuai keinginan Angkasa Pura. Quality Assurance, jelas Dian.

Dia mengemukakan, pihaknya menerapkan lima pilar strategi dalam pengembangan bisnisnya.  Kelima pilar tersebut adalah menetapkan dan menerapkan nilai perusahaan, pengembangan bisnis baru, menerapkan digitalisasi di semua lini bisnis, perluasan pasar dan ekspansi, serta fokus pada pelanggan.

“Kami memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk masuk ke Pasar Asean.  Kajian awalnya akan dilakukan oleh Komisaris dan Direksi, tetapi kami proyeksikan mungkin nanti kami bisa di kuartal ketiga atau keempat tahun ini (Deandra Syarizka, Bisnis Indonesia 14/02/2018)