FOLLOW US                                              

Diklat Pembentukan Kader Norma Ketenagakerjaan Tingkat Muda

Sebagai perusahaan yang terus berupaya meningkatkan kompetensi SDM dan peduli terhadap ketenagakerjaan, Divisi  SDM PT Surveyor Indonesia (persero)  mengikutsertakan kurang lebih 20 orang perwakilan dari divisi bisnis dan cabang-cabang  pada diklat pembentukan kader norma ketenagakerjaan tingkat muda yang dilaksanakan di Puri Denpasar Hotel Jakarta.

Kader Norma Ketenagakerjaan adalah Personil di Perusahaan yang dibentuk dan diberikan Pembinaan mengenai Norma Ketenagakerjaan untuk membantu Pengusaha mengendalikan Resiko Ketenagakerjaan serta meningkatkan kepatuhan perusahaan dalam menerapkan norma ketenagakerjaan.

Perusahaan yang perlu memiliki Kader Norma Ketenagakerjaan adalah perusahaan yang diidentifikasi tergolong sebagai rentan risiko ketenagakerjaan yaitu perusahaan yang antara lain menggunakan sistem kerja melalui perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), menggunakan outsourcing, menjalin kemitraan dengan perusahaan lain, menggunakan kontraktor dan sub kontraktor ataupun secara langsung atau tidak langsung melibatkan pekerja lebih dari 500 orang dalam proses produksi atau jasa.

Pelatihan 5 hari sejak tanggal 25 s.d 29 September 2017 ini merupakan kerjasama PT Surveyor Indonesia dengan  Kementrian Tenaga Kerja (kemnaker)

Materi yang disampaikan antara lain Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan, ProfilKader Norma Ketenagakerjaan,  pengantar UU Ketenagakerjaan  No 13 tahun 2013, penerapan norma -norma ketenagakerjaan dan simulasi pembuatan wajib lapor ketenagakerjaan dan draft perjanjian kontrak kerja

Kepala Divisi Sumber Daya Manusia PT SI Made Oka Dhyana dalam sambutannya mengatakan pelatihan dan sertifikasi ini diperlukan perusahaan agar dapat meningkatkan kinerja kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan. Dengan demikian tercipta ketenangan kerja yang berujung pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja. Apalagi peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah pegawai yang melakukan pengelolaan SDM diunitnya sehingga dengan memahami peraturan perundang undangan ketenagakerjaan akan mampu berkontribusi dalam mengendalikan resiko ketenagakerjaan.  Ia pun meminta agar peserta dapat menjaga kesehatan dan memanfaatkan moment ini untuk mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya.

Peni Indrasari Kepala Bagian Pengembangan SDM menambahkan keberadaan kader di perusahaan diharapkan mampu mendeteksi sedini mungkin permasalahan ketenagakerjaan di perusahaan, sehingga dapat diminimalkan terjadinya permasalahan . “Kami harap setelah mengikuti pelatihan dan sertifikasi ini, para kader dapat memberikan kontribusi dalam proses konsultasi dan penerapan norma ketenagakerjaandiunit masing masing”.

Pada hari terakhir setelah peserta melaksanakan pelatihan dan mengikuti ujian sertifikasi, dilanjutkan dengan sesi khusus “Sharing Session” mengenai pengelolaan SDM dengan pembicara M. Yani Siregar Kepala Bagian Remunerasi serta Hubungan Industrial dan Deddi Nurmal Kepala Bagian Pengelolaan dan Pengembangan Sistem SDM.  Acara ini merupakan acara berbagi informasi dan tanya jawab mengenai hal-hal mengenai ketenagakerjaan (peraturan SDM, Kontrak Pegawai, Prosedur, sistem SDM yang sedang dibangun  dll).   M. Yani Siregar berharap  peserta pelatihan sebagai agent SDM ini diharapkan dapat membantu manajemen dalam mengendalikan risiko ketenagakerjaan sekaligus menjadi mitra pengawas ketenagakerjaan dalam meningkatkan kepatuhan perusahaan menerapkan norma ketenagakerjaan.

Acara ditutup dengan makan malam bersama seluruh SDM Kantor Pusat dan SDM Kantor Cabang untuk menjalin keakraban dan sharing mengenai masalah-masalah SDM (Humas/Sn)